Minggu, 10 Maret 2013

Inkuisisi Spanyol


Beberapa hari yang lalu, saya berjalan-jalan ke salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Di sana terdapat banyak eksiklopedia terjemahan yang dipamerkan untuk dijual. Umumnya ditujukan untuk anak-anak. Iseng, beberapa di antaranya saya baca. Di banyak ensiklopedia, Inkuisisi Spanyol disinggung. Di bagian itu, Gereja Katolik digambarkan lagi-lagi sebagai institusi paranoid yang mempertahankan kekuasaan dengan segala cara termasuk penyiksaan. Ada banyak gambar yang menunjukkan adegan penyiksaan. Bahkan salah satu dari ensiklopedia ini dengan spesifik menekankan bahwa korban Inkuissisi Spanyol adalah kaum muslim yang menolak Kristenisasi. Wah, kasihan benak anak kecil dipenuhi fakta yang dipelintir ini padahal salah satu penerbit asli ensiklopedia itu adalah penerbit kawakan berkaliber internasional. Ini memaksa saya untuk mencari dan menulis artikel kedua mengenai Inkuisisi. Inilah “Mitos -15a-: Inkuisisi Spanyol”.

Artikel ini akan membahas mengapa ada Inkuisisi Spanyol? Mengenai jumlah korban Inkuisisi Spanyol silakan klik. Mengapa ada Inkuisisi Spanyol? Mengapa sampai orang Islam dan Yahudi diusir dari Spanyol? Untuk ini, kita harus melihat sejarah Reconquista, yang sering dihitung sebagai bagian dari  Perang Salib II, dan kemudian kisah martir Ortanto. Semenanjung Iberia merupakan tanah orang Kristen, tepatnya Visigoth yang bertobat dari Arian ke Kristen pada tahun 589 pada Konsili Toledo III.(1) Pada abad ke-7, Islam mulai bangkit sebagai kekuatan agama, politik dan militer dunia. Dunia Islam diperlebar melalui invasi yang dilakukan pertama-tama oleh tentara Arab. Pada awal abad ke-8, tentara Arab berhasil menguasai seluruh Afrika Utara dan menyebabkan penduduk Afrika Utara yang semula Kristen menjadi Islam.(2) Salah satu dari penduduk Afrika Utara Islam ini disebut bangsa Berber. Saat itu, dunia Islam dipimpin oleh Kekhalifahan Umayyad.

Invasi Islam
Pada tahun 711, tentara Berber berhasil mendarat di Spanyol di bawah pimpinan Tariq ibn Ziyad.(2,3) Dengan cepat kota besar Spanyol ditelan oleh tentara Berber (ditambah tentara Arab yang datang kemudian) mulai dari Toledo hingga ke Merida, kota penobatan raja-raja Spanyol. Pendudukan ini dibantu oleh orang Yahudi yang mendiami kota-kota Spanyol. Bila suatu kota dikepung oleh tentara Berber, umumnya orang Yahudi di kota itu akan membukakan pintu gerbang kota dengan diam-diam sehingga tentara Berber dengan mudah masuk. Orang Yahudi menyangka nasib mereka lebih baik di bawah pemerintahan Islam.(3) Semenanjung Iberia sekarang termasuk wilayah Kekhalifahan Arab Umayyad dan diberi nama Andalusia (Al-Andalus). Sementara itu Kerajaan Spanyol Kristen tetap berusaha membebaskan tanah mereka. Inilah yang dikenal dengan nama Reconquista.(3,4)

Tariq Ibn Ziyad
Raja Ferdinand of Aragon dan Ratu Isabela of Castille berusaha keras mensukseskan Reconquista hingga sekitar tahun 1480, sebagian besar Semenanjung Iberia telah berhasil dibebaskan dari tangan Islam, kecuali Granada. Di bawah pemerintahan Kerajaan Spanyol, orang Islam dan Yahudi tidak pernah dipaksa menjadi Kristen. Namun, sesuatu yang dapat dimaklumi bila penjabat publik dipilih dari mereka yang beragama Kristen. Untuk mendapatkan keuntungan dalam pemerintahan baru yang bercorak Kristen ini, beberapa orang Islam dan Yahudi memilih memeluk Kristen. Mereka disebut conversos. Namun diam-diam para conversos ini, meski telah dibaptis, tetap menjalankan ibadah Islam dan Yahudi. Mereka menjadi Kristen hanya sebagai identitas demi mendapatkan keuntungan politik, misalnya demi mendapatkan jabatan publik. Orang conversos Islam disebut Moor atau Moro sedang conversos Yahudi disebut Maranos.(4) Tepatnya semua orang Spanyol Islam disebut Moor, baik conversos maupun yang berada di Granada. Bahkan penduduk Afrika Utara yang beragama Islam pun sering disebut Moor. Istilah Moor tidak memiliki batas yang tegas dan tidak akan saya gunakan.

Ferdinand (duduk) dan Isabela (duduk),
yang berdiri adalah Colombus baru pulang dari Dunia Baru

Tujuan Inkusisi Spanyol adalah menemukan siapa saja conversos yang masih menjalankan ibadah agama lama mereka dan membersihkan nama conversos yang dituduh menjalankan ibadah lama tetapi sebenarnya tidak lagi. Inkuisisi Spanyol tidak pernah mengadili orang Islam dan Yahudi yang bertahan dengan agama mereka. Inkuisisi ini hanya berurusan dengan mereka yang memilih memeluk Kristen (conversos).(3,4) 

Inkuisisi penting karena Ratu Isabella tidak ingin ada conversos yang mengkhianat dan membukakan pintu gerbang dari dalam bila suatu kota dikepung tentara Islam.(4) Kerajaan Islam Andalusia belum disapu bersih saat itu. Granada masih diperintah oleh Kerajaan Andalusia hingga 1492.(2) Kecemasan ini terutama berlaku untuk kota-kota di Spanyol Selatan, misalnya Sevilla. Kota terpadat ini baru dibebaskan pada tahun 1250, berdekatan dengan Granada, dan separuh penduduknya tidak beragama Kristen. Pada 1 November 1478, Uskup Osma meminta Paus Sikstus IV menyetujui Inkuisisi. Paus setuju. Saat itu Inkuisisi belum dilaksanakan karena meski dipandang penting, belum mendesak. Inkuisisi baru dilakukan saat terjadi peristiwa 800 martir Otranto.(3)    

Wilayah Aragon,
Otranto terletak di "tumit sepatunya Italia"
Pada abad kesebelas, tentara Turki menggantikan tentara Arab dan Berber sebagai penggerak invasi Islam.(2) Inilah masa Kekhalifahan Ottoman. Pada tahun 1480, kota Otranto jatuh ke tangan Turki. Untuk membaca kisah 800 marir Otranto silakan klik sini


Perlu diingat bahwa Otranto termasuk wilayah Naples/Aragon. Ini bearti berhubungan dengan Raja Spanyol, Ferdinand of Aragon.(4) Ratu Isabella mengetahui bahwa tentara Turki akan melakukan hal yang sama (menyerang) dengan semua kota pesisir Laut Tengah, termasuk yang berada di wilayah kerajaannya (Spanyol). Keadaan ini bertambah parah karena Granada terletak di pesisir Laut Tengah dan memiliki 2 pelabuhan besar yang dapat “dipinjam” oleh Tentara Turki. Selain itu, tanah bangsa Berber di Afrika Utara juga telah dikuasai Turki Ottoman, sebelumnya dikuasai oleh Ummayyad. “Berbery States” (sekarang Tunisia, Maroko, dan Aljazair) ini cuma berjarak 16 mil dari wilayah Spanyol. Ini bearti Spanyol dapat diserang dari dua arah. Hal terakhir yang diinginkan Kerajaan Spanyol adalah pengkhianat yang membuka gerbang kota dari dalam.(3) Pada tahun 1480 Inkuisisi Spanyol dijalankan.(3,4) 

Wilayah Kekhalifahan Turki Ottoman,
]perhatikan ancamannya terhadap Kekristenan,
baik lewat Balkan maupun Spanyol
Inkuisisi Spanyol dijalankan sepenuhnya oleh Kerajaan Spanyol. Paus Sikstus IV dan penerusnya (Paus Leo X, Paulus III, dan Paulus IV) tidak pernah senang dan setuju dengan hasil Inkuisisi ini. Bahkan Paus Leo X pernah meng-ekskomunikasi semua yang terlibat dalam Inkuisisi di Toledo.(3,4) Inkuisitor (hakim Inkuisisi) memiliki syarat yang cukup berat. Mereka harus berumur di atas 40 tahun, terkenal dalam keutamaan, memiliki reputasi baik, menguasai teologi dan hukum.(4) Inkuisitor tidak harus biarawan tetapi harus ahli hukum.(3) Inkuisitor ditunjuk oleh raja, menetapkan keputusan dan hukuman atas nama raja. Meski dijalankan oleh kuasa sekular, Inkuisisi Spanyol dihitung sebagai institusi Gereja karena hanya Gereja yang berwewenang menentukan seseorang beragama Kristen atau tidak.(3) Salah satu Inkuisitor pertama adalah Fr. Tomas Torquemada, yang ditunjuk pada 17 September 1480 untuk Pengadilan Seville. Selanjutnya setiap kota besar Spanyol memiliki pengadilan Inkuisisi masing-masing. Kerajaan Spanyol ingin seluruh wilayahnya memiliki Inkuisisi. Pada tahun 1538, terdapat 3 Pengadilan Inkuisisi untuk Spanyol Amerika, yaitu Meksiko, Lima dan Kartagena. Inkuisisi juga berusaha diterapkan di wilayah Spanyol di Belanda, tetapi tidak pernah berhasil. Wilayah Spanyol di Naples juga menolak pada tahun 1510. Raja Joseph Bonaparte menghapus Inkuisisi Spanyol pada 1808 yang kemudian dibuka lagi oleh Raja Ferdinand VII pada 1814. Paus Pius VII setuju dengan beberapa syarat, di antaranya jaminan tidak adanya penyiksaan. Inkuisisi Spanyol baru berhenti total pada 1820.(4) 

Perhatikan letak Granada. Kerajaan Spanyol dapat
diserang dari darat dan laut
Meski “terkenal” kejam, Inkuisisi Spanyol dijalankan dengan cukup berperi-kemanusiaan dibandingkan dengan Pengadilan Sekular saat itu. Bahkan beberapa penjahat yang ditahan di Pengadilan Sekular dengan sengaja menghujat agar mereka dipindahkan ke Pengadilan Inkuisisi karena mereka tahu bahwa nasib mereka akan lebih baik di sana. St. Ignatius of Loyola dan St. Theresia of Avilla, yang kemudian ditetapkan sebagai orang kudus Gereja Katolik beberapa puluh tahun kemudian, pun menjalani Inkuisisi.(3,4)

Sekitar tahun 1492, setelah pembebasan Granada, makin nampak bahwa Inkuisisi tidak mampu menyelidiki semua conversos. Sementara itu orang Yahudi terus menerus mencoba mempengaruhi Marranos untuk kembali ke Yahudi. Ini membuat Kerajaan Spanyol mengambil langkah ekstrim terakhir, mengusir semua orang Yahudi dan Islam dari Spanyol (Alhambra Decree).(3,4) Ada sumber yang berusaha menghubung-hubungkan keputusan ini dengan kisah Holy Child of La Guardia.(3) Saya tidak akan membahasnya. Orang Yahudi kemudian diterima di Roma bahkan dibela oleh Paus.(3,4) 
Kopian Alhambra Decree
Meski demikian, ternyata ada sejumlah isu mengenai Inkuisisi Spanyol yang memancing kebencian kaum Yahudi, misalnya buku setebal 1384 halaman, The Origin of the Inquisition of The Fifteenth Century Spain, oleh Benzion Netanyahu.(3) Ini perlu diluruskan. Dr. Cecil Roth, seorang sejarawan Abad Pertengahan dan berkebangsaan Yahudi mengatakan pada 25 Februari 1927 di depan Zionist Forum, Buffalo, NY, bahwa: hanya di Roma, terdapat komunitas Yahudi yang tidak diganggu selama berabad-abad sejak kebangkitan Kristen dan hanya Paus pemimpin dunia yang tidak mengganggu Yahudi bahkan melindunginya. Beliau menyebutkan bahwa kebencian terhadap Roma yang berkembang di beberapa kelompok Yahudi dipicu oleh literatur Inggris yang memang membenci Roma, pihak yang harusnya menerima ucapan terima kasih.(4)  
Cecil Roth, oleh Mane Katz
Demikianlah kita melihat latar belakang Inkuisisi Spanyol sebagai bagian dari Reconquista dan dipicu oleh kisah Otranto. Berikutnya saya akan membahas penggelembungan korban Inkuisisi Spanyol.
Referensi

1. Gilligan M. Filioque clause. American Catholic Press.http://www.americancatholicpress.org/Father_%20Gilligan_Filioque_clause_page1.html

2. Crawford P. The Crusade. Online Reference Book for Medieval Study. 1997. Sebagaimana yang dikutip di Catholic Education. http://catholiceducation.org/articles/history/world/wh0018.html

3. Winter CJ. The Inquisition Reexamined. Real Catholicism. Sebagaimana yang dikutip di Catholic Fidelity. http://www.catholicfidelity.com/apologetics-topics/inquisition/the-inquisition-reexamined-by-carey-j-winters/

4. Dominiquez J. The Spanish Inquisition. Pamphlet 118. Pope John Paul II Society of Evangelist. Hesperia. Versi elektroniknya dapat dilihat di http://pjpiisoe.org/pamphletsA4/118A4.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar